Ribuan daun bunga teratai

Siva Samhita
Bab V

102
susumna merunayata brahmarandhram yato sti vai,
tatas cai sa paravrtya tad ajna padma daksine.
vamana saputam yati gamgeti parigiyate.

The sushumna goes along the spinal cord up to where the Brahmarandhra (the hole of Brahma) is situated. Thence by a certain flexure, it goes to the right side of the Ajña lotus, whence it proceeds to the left nostril, and is called the Ganges.

Susumna berjalan sepanjang tulang belakang, keatas dimana terletak brahma-randhra (liang Brahma). kemudian, dengan suatu belokan pasti ia menuju kesisi kanan dari teratai ajna, dari mana ia berlanjut ke lubang hidung kiri dan disebut Ganga.

103
brahmarandhre hi yat padmam sahasraram vyasthitam,
tatra kandehi ya yonistasyam candro vyavasthitah,
trikonakara tastasyah sudha ksarati santatam.
ida yam amrtam tatra samm sravati candramah,
amrtam vahati dhara dhara rupam nir antaram.
vamana saputam yati gamgety ukta hi yogibhih.

The lotus which is situated in the Brahmarandhra is called Sahasrara (the thousand-petalled). In the space in its centre, dwells the moon. From the triangular place, elixir is continually exuding. This moon-fluid of immortality unceasingly flows through the ida. The elixir flows in a stream – a continuous stream. Going to the left nostril, it receives from the Yogis the name of the “Ganges.”

Teratai yang terletak dibrahmarandhra disebut sahasrara (ribuan daun bunga), dalam ruang dipusatnya bersemayam rembulan. dari tempat segitiga itu obat mujizat senantiasa mengucur. cairan rembulan dari keabadian ini, mengalir tanpa henti-hentinya melalui ida. obat mujizat itu mengalir dalam suatu aliran-aliran yang terus-menerus. menuju lubang hidung kiri, ia memperoleh nama Ganga dari para yogi.

104
ajna pankaja daksamsad vamana saputam gata,
udagvaheti tat reda varana samudahrta.

From the right-side portion of the Ajña lotus and going to the left nostril flows the ida. It is here called
Varana (the northward-flowing Ganges).

Dari bagian sebelah kanan teratai ajna dan menuju lubang hidung kiri mengalirlah ida. inilah yang di sini di sebut Varana (Ganga yang mengalir kearah utara).

105
tatau dvayor hi madhye tu varanasiti cintayet,
tad akara pimgalapi tad ajna kamalantare.
daksana sapute yati proktasmabhir asiti.

Let the Yogi contemplate on the space between the two (ida and pingala) as Varanasi (Benares). The
pingala also comes in the same way from the left side portion of the Ajña lotus, and goes to the right nostril, and has been called by us the Asi.

Cobalah yogi merenung pada ruang antara keduanya (ida dan pingala) sebagai Varanasi (Benares). Pingala juga muncul dengan cara yang sama dari sebelah kiri teratai ajna dan menuju lubang hidung kanan dan telah Ku-sebutkan sebagai asi.

106
muladhare hi yat padma capuspatra vyavasthitam,
tatra madhye hi ya yonistisyam suryo vyavasthitah.

The lotus which is situated in the Muladhar has four petals. In the space between them, dwells the sun.

Teratai yang terletak dalam muladhara memiliki 4 daun bunga. dalam ruang diantaranya bersemayam matahari.

107
tat surya mandala dvarad visam ksarati santatam,
pingalayam visam tatra samarpayati tapanah.

From that sphere of the sun, poison exudes continuously. That excessively heating venom flows through the pingala.

Dari wilayah matahari itu mengucur racun (bisa) secara terus-menerus. racun yang panas luar biasa itu mengalir penuh melalui pingala.

108
visam tatra vahati ya dhara nir antaram,
daksa nasapute yati kalpiteyantu purvavat.

The venom (sun-fluid of mortality) which flows there continuously in a stream goes to the right nostril, as the moon-fluid of immortality goes to the left.

Racun (cairan matahari penghancur) mengalir disitu secara terus-menerus dalam suatu aliran menuju lubang hidung kanan, karena cairan bulan keabadian menuju yang kiri.

109
ajna pankaja vamasyad daksa nasaputam gata,
udagvaha pimgalapi purasiti prakirtita.

Rising from the left-side of the Ajña lotus and going to the right nostril, this northward flowing pingala has been called of old the Asi.

Muncul dari sebelah kiri teratai ajna dan menuju lubang hidung kanan, aliran pingala yang mengarah utara dimuka telah disebut sebagai asi.

110
ajna padmam idam proktam yatra devo mahesvarah,
pitha trayam tatas cordhvam niruktam yoga cintakaih.
tad bindu nada sakty akhyam bhala padme vyavasthitam
.

The two-petalled Ajña lotus has been thus described where dwells the God Maheshwara. The Yogis
described three more sacred stages above this. They are called vindu, nada and sakti, and are situated in the lotus of the forehead.

Teratai ajna yang berdaun bunga dua itu telah dilukiskan demikian dimana bersamayam mahesvara, yogi menggambarkan tiga tahapan yang lebih suci diatas ini. mereka disebut vindu, nada dan sakti, yang terletak pada teratai dahi.

111
yah karoti sadadhyanam ajna padmasya gopitam,
purva janma krtam karma vinasyed avirodhatah
.

He who always contemplates on the hidden Ajña lotus, atonce destroys all the karmas of his past life,
without any opposition.

Ia yang selalu merenung pada teratai ajna yang bersembunyi, sekaligus menghancurkan segala karma pada kehidupan masa lalunya tanpa tantangan apapun.

112
iha sthite yada dhyanam kuryam nir antaram,
tada karoti pratimam puja japaman arthavat.

Remaining in this place, when the Yogi meditates constantly, then to him all forms, worships and prayers appear as worthless.

Dengan tetap tinggal ditempat ini, bila yogi bermeditasi secara tetap, maka baginya segala bentuk, pemujaan dan doa-doa tampaknya seperti tak ada nilainya.

113
yaksa raksasa gandharva apsarogana kinnarah,
sevante caranau tasya sarve tasya vasanugah.

The Yakshas, Rakshashas, Gandharvas, Apsaras, and Kinnaras, all serve at his feet. They become obedient to his command.

Para yaksa, raksasa, gandharva, apsara dan kinnara, semuanya melayani kaki padmanya. mereka patuh terhadap perintahnya.

114
karoti rasanam yogi pravistam viparitagam,
lambikordhvesu gartisu dhrtva dhyanam bhayapaham.
asmin sthane mano yasya ksanardham vartate calam,
tasya sarvani papani samksayam yanti tatksanat.

By reversing the tongue and placing it in the long hollow of the palate, let the Yogi enter into
contemplation, that destroys all fears. All his sins, whose mind remains steady here even for a second, are at once destroyed.

Dengan membalikkan lidah dan menempatkannya disepanjang liang langit-langit, cobalah yogi memasuki perenungan yang menghancurkan segala ketakutan. yang pikirannya tetap teguh disini walaupun hanya sesaat, semua dosa-dosanya sekaligus hancur.

115
yani yani hi proktani panca padme phalani vai,
tani sarvani sutaram etaj jnanad bhavanti hi.

All the fruits which have been described above as resulting from the contemplation of the other five lotuses, are obtained through the knowledge of this one Ajña lotus alone.

Segala akibat yang telah dilukiskan diatas sebagai hasil perenungan dari lima teratai lainnya dapat diperoleh hanya melalui pengetahuan teratai ajna yang satu ini saja.

116
yah karoti sad abhyasam ajna padme vicaksanah,
vasanaya mahabandham tiras krtya pramodate
.

The wise one, who continually practices contemplation of this Ajña lotus, becomes free from the mighty chain of desires, and enjoys happiness.

Orang bijaksana yang secara terus-menerus melakukan perenungan pada teratai ajna, menjadi bebas dari belenggu keinginan yang hebat dan menikmati kebahagiaan.

117
prana prayana samaye tat padmam yah smaran suddhih,
tyajet pranam sa dharmatma param atmani liyate.

When at the time of death, the Yogi contemplates on this lotus, leaving this life, that holy one is absorbed in the Paramatma.

Bila pada saat kematian, yogi merenungkan teratai ini, maka dengan meninggalkan kehidupan, orang suci ini terserap dalam paramatma.

118
testhan gacchan svapan jagrat yo dhyanam kurute narah,
papa karma vikurvano nahi majjati kilvise.

He who contemplates on this, standing or walking, sleeping or waking, is not touched by sins, even if it
were possible for him to do sinful works.

Ia yang merenungkan hal ini, baik pada waktu berdiri ataupun berjalan, tidur ataupun keadaan terjaga tak akan tersentuh oleh dosa walaupun lemungkinan ia melakukan pekerjaan yang penuh dosa.

119
yogi bandhad vinirmuktah sviyaya prabhaya svayam,
dvi dala dhyana mahatmyam kathitu na iva sakyate.
brahmadi devatas ca iva kincin matto vidanti.

The Yogi becomes free from the chain by his own exertion. The importance of the contemplation of the
two-petalled lotus cannot be fully described. Even the gods like Brahma, etc., have learnt only a portion of its grandeur from me.

Yogi menjadi bebas dari rantai belenggu dengan usahanya sendiri. pentingnya perenungan pada dua daun bunga teratai ini tak dapat digambarkan secara penuh. bahkan para dewa seperti Brahma dsb. telah mempelajarinya dari-Ku. hanya sebagian dari keagungannya.

Published in: on 29 July 2009 at 10:42 am  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/29/ribuan-daun-bunga-teratai/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: