Rajadhiraja Yoga

Siva Samhita
Bab V

169
svastikancasanam krtva sumathe jantu varjite,
gurum smpujya yatnena dhyanam etat samacaret.

Sitting in the Svastikasana, in a beautiful monastery, free from all men and animals, having paid respects to his Guru, let the Yogi practice this contemplation.

Duduklah dalam sikap svastikasana, dalam suatu biara yang indah bebas dari semua orang dan binatang, setelah memberikan penghormatan pada guru, cobalah yogi melaksanakan perenungan ini.

170
niralambam bhavej jivam jnatva vedanta yuktitah,
niralambam manah krtva na kincic cintanyet sudhih.

Knowing through the arguments of the Vedanta that the Jiva is independent and self-supported, let him make his mind also elf-supported; and let him not contemplate anything else.

Dengan mengetahui melalui argumentasi Vedanta, bahwa jiva adalah merdeka dan menunjang sendiri, biarlah dia membuat pikirannya juga menunjang sendiri dan jangan biarkan ia merenungkan apapun yang lain.

171
etad dhyanan mahasiddhir bhavaty eva na samsayah,
vrtti hinam krtva purna rupam svayam bhavet.

Undoubtedly, by this contemplation the highest success (maha-siddhi) is obtained, by making the mind
functionless; he himself becomes perfectly Full.

Tak diragukan lagi dengan perenungan keberhasilan tertinggi (maha-siddhi) diperoleh, dengan membuat pikiran tak berfungsi; dirinya sendiri menjadi sempurna sepenuhnya.

172
sadhayet satatam yo vai sa yogi vigatas prhah,
aham nama na kopyasti sarvadatma iva vidyate.

He who practices this always, is the real passionless Yogi, he never uses the word “I”, but always finds
himself full of atman.

Ia yang selalu melaksanakan hal itu adalah yogi yang sebenarnya tanpa nafsu; ia tak pernah mempergunakan kata “Aku”, tetapi selalu menemukan dirinya sendiri penuh “atma”.

173
ko bandhah kasya va moksa ekam pasyet sada hi sah,
etat karoti yo nityam sa mukto natra samsayah.

What is bondage, what is emancipation? To him ever all is one; undoubtedly, he who practices this always, is the really emancipated.

Apakah ikatan itu, apakah pembebasan itu? Baginya semuanya senantiasa satu; tak ragu-ragu lagi, ia yang selalu melaksanakan ini sesungguhnya terbebaskan.

174
sa eva yogi sad bhaktah sarva lokesu pujitah,
aham asmiti yanmatva jivatma param atmanoh,
aham tvam etad ubhayam tyaktva tyaktva khandam vicintayet,
adhyaropapavadabhyam yatra sarvam viliyate,
tad bijam asrayed yogi sarva samga vivarjitah.

He is the Yogi, he is the true devotee, he is worshipped in all worlds, who contemplates the Jivatma and the Paramatma as related to each other as “I” and “Am”, who renounces “I” and “Thou” and contemplates the indivisible; the Yogi free from all attachment takes shelter of that contemplation in which, through the knowledge of super-imposition and negation, all is dissolved.

Ia merupakan seorang yogi, ia adalah bhakta sejati, ia dipuja disegala dunia yang merenungkan jivatma dan Paramatma sebagai berhubungan satu sama lain, seperti “Aku” dan “adalah”, yang melepaskan “Aku” dan “Dia” dan merenungkan yang tak terbagi; yogi bebas dari segala keterikatan dan bernaung pada perenungan itu, dimana melalui pengetahuan penumpangan dan penyangkalan, segalanya dilarutkan.

175
aparoksam cid anandam purnam tyaktva bhramakulah,
paroksam caparoksam ca krtva mudha bhramanti vai.

Leaving that Brahma, who is manifest, who is knowledge, who is bliss, and who is absolute consciousness, the deluded wander about, vainly discussing the manifested and the unmanifested.

Dengan meninggalkan Brahman yang berwujud yang merupakan pengetahuan dan kesadaran mutlak, pengembara yang terbungungkan secara sia-sia mempermasalahkan yang berwujud dan yang tak berwujud.

176
caracaram idam visvam paroksam yah karoti ca,
aparoksam param brahma tyaktam tasmin praliyate.

He who meditates on this movable and immovable universe, that is really unmanifest, but abandons the
supreme Brahma – directly manifest – is verily absorbed in this universe.

Ia yang bermeditasi pada alam semesta yang bergerak dan yang tak dapat bergerak, yang sesungguhnya tak berwujud, tetapi menyangkal Brahman Tertinggi – yang secara langsung berwujud – sesungguhnya terserap dalam alam semesta.

177
jnana karanam ajnanam yatha notpadyate bhrsam,
abhyasam kurute yogi sada sanga vivarjitam.

The Yogi, free from all attachment, consistently exerts himself in keeping up this practice that leads to
Gnosis, so that there may not be again the upheaval of Ignorance.

Yogi yang bebas dari segala keterikatan, yang secara tetap mengusahakan dirinya sendiri dalam memelihara pelaksanaan yang menuntunnya pada pengetahuan spiritual (jnana), sehingga tak ada kemungkinan pergelokan dari ketidaktahuan lagi.

178
sarvendriyani samyamya visayebhyo vicaksanah,
vicayebhyah susuptya iva tisthet samga vivarjitah.

The wise one, by restraining all his senses from their objects, and being free from all company, remains in the midst of these objects, as if in deep sleep, i.e., does not perceive them.

Orang bijaksana dengan pengekangan segala nafsu dari obyek-obyeknya dan terbebas dari segala persekutuan, tetap berada ditengah-tengah obyek itu seolah-olah tertidur lelap, yakni tidak memperdulikannya.

179
evam abhyasato nityam svamprakasam prakasate,
srotum buddhi samarthartham nivartante guror girah,
tad abhyasa vasad ekam svato jnanam pravartate.

Thus constantly practicing the Self-luminous becomes manifest: here end all the teachings of the Guru, (they can help the student no further). Henceforth he must help himself, they can no more increase his reason or power, henceforth by the mere force of his own practice he must gain the Gnosis.

Jadi dengan pelaksanaan secara tetap, pencerahan diri menjadi berwujud; disini berakhir semua ajaran dari sang Guru, (mereka selanjutnya tak dapat membantu murid). seterusnya ia harus menolong dirinya sendiri, mereka tak dapat menambah alasan atau dayanya dan selanjutnya hanya dengan kekuatannya sendiri ia harus mendapatkan pengetahuan spiritual tersebut.

180
yato vaco nivartante aprapya manasa saha,
sadhanadamalam jnanam svayam sphurati tas dhruvam.

That Gnosis from which the speech and mind turn back baffled, is only to be obtained through practice; for then this pure Gnosis bursts forth of itself.

Pengetahuan rohani (jnana) tersebut, dimana pembicaraan dan pemikiran gagal mencapaianya dan kembali, hanya dapat dicapai melalui pelaksanaan karena jnana yang murni itu muncul dengan sendirinya.

181
hatham vina raja yogo raja yogam vina hathah,
tasmat pravartate yogi hathe sad guru margatah.

The hathayoga cannot be obtained without the rajayoga, nor can the rajayoga be obtained without the hathayoga. Therefore, let the Yogi first learn the hathayoga from the instructions of the wise Guru.

Hatha yoga, tak dapat diperoleh tanpa raja yoga sebaliknya raja yoga tak dapat dicapai tanpa hatha yoga. karena itu biarlah yogi pertama-tama mempelajari hatha yoga dari petunjuk guru yang bijaksana.

182
sthite dehe jivati ca yogam na dhriyate bhusam,
indryarthopa bhogesu sa jivati na samsayah.

He who, while living in this physical body, does not practice Yoga, is merely living for the sake of sensual enjoyments.

Ia yang selama hidupnya dalam badan fisik tidak melaksanakan yoga, hidup hanyalah untuk kepentingan kenikmatan nafsu belaka.

183
abhyasa paka paryantam mitannam smaranam bhavet,
antha sadhanam dhiman kartum parayatihana.

From the time he begins till the time he gains perfect mastery, let the Yogi eat moderately and
abstemiously, otherwise, however clever, he cannot gain success.

Sejak saat ia memulai, hingga ia memperoleh penguasaan sempurna, cobalah yogi makan secukupnya dan sedang-sedang saja, kalau tidak bagaimanapun pandainya ia tak dapat memperoleh keberhasilan.

184
ativa sadhu samlapovadet samsadi buddhiman,
karoti pinda raksartham bahvalapa vivarjitah,
tyajyate tyajyate sangam sarvatha syajyate bhrsam,
anyatha na labhem muktim satyam satyam mayoditam.

The wise Yogi in an assembly should utter words of highest good, but should not talk much: he eats a little to keep up his physical frame; let him renounce the company of men, let him renounce the company of men, verily, let him renounce all company: otherwise he cannot attain mukti (salvation); verily, I tell you the truth.

Yogi yang bijaksana dalam perkumpulan hendaknya mengucapkan kata-kata baik yang mulia, tetapi hendaknya jangan banyak berbicara; ia makan sedikit untuk memelihara kerangkan fisiknya; cobalah mengurangi pergaulannya dengan manusia, sungguh biarkan dia mengurangi pergaulannya dengan manusia, kalo tidak ia tak dapat memperoleh mukti (pembebasan) sungguh Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu.

185
guptya iva kriyatai bhyasah samgam tyaktva tad antare,
vyanvaharaya kartavyo bahye samganuragatah,
sve sve karmani vartante sarve te karma sambhavah,
nimitta matram karane na dososti kadacana.

Let him practice this in secrecy, free from the company of men, in a retired place. For the sake of
appearance, he should remain in society, but should not have his heart in it. He should not renounce the duties of his profession, caste or rank; but let him perform these merely, as an instrument of the Lord, without any thought of the event. By thus doing there is no sin.

Cobalah melaksanakan ini dalam kerahasiaan, bebas dari pergaulan manusia disuatu tempat terpencil. karena, demi untuk penampakan ia harus tetap dalam masyarakat, tetapi tidak harus melibatkan hati didalamnya. ia hendaknya jangan mengurangi (melepaskan) tugasnya dalam pekerjaan, lingkungan atau pergaulan. tetapi biarlah ia melaksanakan ini semata-mata sebagai alat Tuhan tanpa pemikiran tentang hasilnya. dengan berbuat demikian tak ada dosa yang menyertainya.

186
evam niscitya sidhiya grhasthopi yad acaret,
tada sidhhim avapnoti natra karya vicarana.

Even the house-holder (grihastha), by wisely following this method, may obtain success, there is no doubt of it.

Bahkan kepala keluarga (grhastha), yang dengan cara bijaksana mengikuti cara ini kemungkinan memperoleh keberhasilan, tak usah diragukan lagi.

187
papa punya vinirmuktah parityaktanga sadhakah,
yo bhavetsa vimuktah syad grhe tisthan sada grhi,
na papa punyair lipyeta yogayukto sada grhi,
kurvann api tada papan svakarye loka samgrahe.

Remaining in the midst of the family, always doing the duties of the house-holder, he who is free from
merits and demerits, and has restrained his senses, attain s salvation. The householder practicing Yoga is not touched by sins, if to protect mankind he does any sin, he is not polluted by it.

Tetap ditengah-tengah lingkungan keluarga, selalu melakukan tugas kepala keluarga, ia yang bebas dari jasa dan cela dan telah mengekang nafsunya, memperoleh pembebasan. kepala keluarga yang melaksanakan yoga, tak tersentuh oleh dosa bila untuk melindungi umat manusia ia berbuat suatu dosa, ia tidak tercemari olehnya.

Published in: on 29 July 2009 at 10:52 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/29/rajadhiraja-yoga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: