Enam Chakra

Siva Samhita
Bab V

Muladhara Cakra

56
gudadvayamgulatas cordhvam medhaikamgulatastvadhah,
evancasti samam kandam samatac caturamgulam.

Two fingers above the rectum and two fingers below the linga, four fingers in width, is a space like a
bulbous root.

Dua jari di atas dubur dan dua jari di bawah linga – empat jari lebarnya – ada sesuatu ruang seperti sebuah akar yang menggelembung.

57
pascimabhi mukhih yonir guda medhrantaralaga,
tatra kandam samakhyatam tatrasti kundali sada.
samvestya sakala nadih sarddha trikutala krtih,
mukhe nivesya sa puccham susumna vivare sthita.

Between this space is the having its face towards the back; that space is called the root; there dwells the goddess Kundalini. It surrounds all the , and has three coils and a half; and catching its tail in its own mouth, it rests in the hole of the sushumna.

Diantara ruang ini ada yoni yang mulutnya menghadapa kebelakang; ruang itu disebut akar dan disanalah berdiam dewi kundalini. ia mengelilingi semua nadi dan membentuk tiga setengah lingakaran dan menggigit ekornya sendiri, ia bersandar pada liang susumna.

58
supta nagopama by esa sphuranti prabhaya svaya,
ahivatsandhi samsthana vagdevi bija samjnika.

It sleeps there like a serpent, and it is luminous by its own light. Like a serpent it lives between the joints; it is the goddess of speech, and is called the seed (vija).

Ia tidur di situ seperti seekor ular dan disinari oleh sinarnya sendiri. seperti seekor ular ia hidup diantara sambungan-sambungan; ia merupakan dewi pembicaraan dan disebut benih (vija).

59
jneya saktiriyam visnor nirbhara svarnabhasvara,
sattvam rajastamas ceti gunatraya prasutika.

Full of energy, and like burning gold, know this Kundalini to be the power (shakti) of Vishnu; it is the
mother of the three qualities – sattwa (rhythm), rajas (energy) and tamas (inertia).

Penuh dengan tenga dan seperti emas yang berbakar, ketahuilah bahwa kundalini ini menjadi tenaga (sakti) dari visnu; ia merupakan ibu dari tiga sifat – sattva (selaras), raja (tenaga) dan tamas (kelembaman).

60
tatra bandhuka puspabham kama bijam prakirtitam,
kalahemasamam yoge prayuktaksara rupinam.

There, beautiful like the Bandhuk flower, is placed the seed of love lam; it is brilliant like burnished gold,
and is described in Yoga as eternal.

Indah bagaikan bunga bandhuka, diletakkan benih cinta kasih (klim); ia cemerlang seperti emas bakar dan digambarkan dalam yoga sebagai abadi.

61
susumnapi ca samslista bijam tatra varam svitam,
sarac camdranibham tejas svayam etat sphurat sthitam.
surya koti pratikasam candra kotisusitalam,
etat trayam milit trayam militva iva devi tri purabhairavi.
bija samjnam paramtejas tad eva parikirtitam.

The sushumna also embraces it, and the beautiful seed is there; there it rests shining brilliantly like the
autumnal moon, with the luminosity of millions of suns, and the coolness of millions of moons. The
goddess Tripura Bhairavi has these three (fire, sun, and moon) taken together, and collectively she is called the vija. It is also called the great energy.

Susumna juga memasukinya dan benih yang indah itu berada disana; disana ia tenteram bersinar cemerlang seperti bulan pada musim gugur dengan pencerahan jutaan matahari dan kesejukan jutaan rembulan. devi tripura bhairavi memiliki ketiganya (api, matahari dan rebulan) bersama-sama dan secara bersama-sama pula ia disebut vija. ia juga disebut tenaga yang hebat.

62
kriya vijnana saktibhyam yutam yatparito bhramat,
uttistha dvisatas tvambhah suksmam sonasikhayutam.
yonistham tat param tejah svayam bhulimga samjnitam.

It (vija) is endowed with powers of action (motion) and sensation, and circulates throughout the body. It is subtle, and has a flame of fire; sometimes it rises up, and at other times it falls down into the water. This is the great energy which rests in the perinaem, and is called the swayambhu-linga (the self-born).

Ia (vija) diberi tenaga-tenaga gerak (gerakan) dan sensasi; rasa) dan beredar keseluruh badan. ia sangat halus dan memiliki nyala api; kadang-kadang muncul dan pada saat lainnya ia gagal (jatuh) kedalam air. inilah tenaga hebat yang tenteram didalam ruang antara dubur dan linga dan disebut cvayambhu-linga (yang lahir sendiri).

63
adhara padmam etadvi yonir kandatah,
parisphura dvadisanta caturvarnam caturdalam.

All this is called the adhar-padma (the support lotus), and the four petals of it are designated by the letters (v), (d), (s,), (s).

Kesemuanya ini disebut adhara-padma (teratai penyangga) dan empat daun bunganya digabarkan oleh aksara-aksara (v), (s), (s) & (S).

64
kulam idham suvarnabham svayam bhu linga samgatam,
dvirando yatra siddhosti dakini yatra devata.
tat padma madhyaga yonis tatra kundalini svita,
tasya urdhve sphurat tejah kama bijam bhraman matam.
yah karoti sada dhyanam muladhare vicaksanah,
tasya syad darduri siddhir bhumi tyaga kramena vai.

Near this Swayambhu-linga is a golden region called kula (family); its presiding adept is called Dviranda,
and its presiding goddess called Dakini. In the centre of that lotus is the Yoni where resides the Kundalini; the circulating bright energy above that, is called kama-vija (the seed of love). The wise man who always contemplates on this Muladhar obtains Darduri-siddhi (the frog-jumping power); and by degrees he can altogether leave the ground (i.e., rise in the air).

Dekat svayambhu-linga ini ada suatu daerah keemasan yang disebut kula (keluarga), pimpinannya yang cakap disebut dviranda dan pimpinan dewinya disebut dakini. ditengah-tengah teratai itu adalah yoni, dimana kundalini berdiam; tenaga cerah yang beredar diatasnya disebut kama-vija (benih cinta). orang bijaksana yang selalu merenungkan muladhara ini, mendapatkan darduri-siddhi (tenaga lompatan katak) dan dengan peningkatan, ia pada umunya dapat terlepas dari tanah ( yakni; melayang diudara).

65
vapusah kantirut jatharagni vivardhanam,
arogyan ca patutvan ca sarvajnatvan ca jayate.

The brilliancy of the body is increased, the gastric fire becomes powerful, and freedom from disease,
cleverness, and omniscience ensue.

Kecermelangan badan dipertambah, api perut menjadi penuh tenaga dan bebas dari penyakit berakibat pada kepandaian dan maha tahu.

66
bhutam bhavyam bhavisyan ca vetti sarvam sakaranam,
asrutany api sastrani sarahasyam bhaved dhruvam.

He knows what has been, what is happening, and what is to be, together with their causes; he masters the unheard of sciences together with their mysteries.

Ia mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi berikut penyebabnya; ia menguasai ilmu pengetahuan yang tidak tidak terdengar bersama-sama rahasianya.

67
vaktre sarasvati devi sada nrtyati nirbharam,
mantra siddhir bhavet tasya japadeya na samsayah.

On his tongue always dances the goddess of learning, he obtains mantra-siddhi (success in mantras),
through constant repetition only.

Pada lidahnya, selalu menari dewi pengetahuan dan ia mendapatkan mantra-siddhi (keberhasilan dalam mantra), hanya dengan melalui pengulangan.

68
jara marana duhkhoghan nasayati guror vacah,
idam dhyanam sada karyam pavanabhyasina param,
dhyana matren yogindrom ucyate sarvakilvisat.

This is the dictum of the Guru: “It destroys old age, death, and troubles innumerable.” The practitioner of pranayama ought always to meditate upon it; by its very contemplation, the great yogi is freed from all sins.

Inilah ucapan guru; “ia menghancurkan usia tua, kematian dan kesulitan-kesulitan yang tak terkirakan banyaknya”. pelaku pranayama hendaknya selalu merenungkan (bermeditasi) padanya, dengan perenungan seperti itu, yogi yang hebat terbebas dari segala dosa.

69
mula padmam yada dhyayed yogi svayambhu lingakam,
tada tat ksanamatren papaudham nasayed dhruvan.

When the Yogi contemplates this Muladhar lotus – the Swayambhu-linga – then, undoubtedly, at that very moment, all his sins are destroyed.

Bila yogi merenungkan teratai muladhara ini – yaitu svayambhu-linga maka tak disangsikan lagi pada saat itu juga segala dosa-dosanya hancur.

70
yam yam kamayate citte tam tam phalamav apnuyat,
nir antara krtbhyattam pasyati vimuktidam.
bahir abhyantare srestham pujaniyam prayatnatah,
tatah sresthatamam hyutannanyad asti matam mama.

Whatever the mind desires, he gets; by habitual exercise he sees him, who gives salvation, who is the best both in and out, and whois to be worshipped with great care. Better than Him, I know none.

Apapun yang diinginkan pikiran akan diperolehnya dengna latihan kebiasaan ia dapat melihat Dia, yang memberikan kebebasan, yang merupakan terbaik luar dalam dan yang dipuja dengan tekun. lebih baik dari pada-Nya aku tahu tak ada lagi.

71
atma samstham sivam tyaktva bahuhstham yah samarcayet,
hastastham pindam utsrjya bhramate jivitasaya.

He who leaving the Siva who is inside, worships that which is outside (viz., worships external forms), is like one who throws away the sweetmeat in his hand, and wanders away in search of food.

Ia yang dengan meningggalkan siva (Tuhan) berada disana dismapingnya memuja yang berada disisi luar (misalnya, memuja bentuk luar), adalah seperti seseorang yang mencampakkan kembang gula yang ada ditangan dan mengembara dalam pencarian makanan.

72
atma lingarcanam kuryad analasyam dine dine,
tasya syat sakala siddhir natra karya vicarana.

Let one thus meditate daily, without negligence, on his own Swayambhu-linga; and have no doubts that from this will come all powers.

Cobalah seseorang bermeditasi demikian setiap hari tanpa mengabaikan pada svayambhu-linga-nya sendiri dan tidak memiliki keraguan bahwa akan datang segala kekuasaan.

73
nir antara krtabhyasatsanmasaih siddhim apnuyat,
tasya vayu pravesopi susumnayam bhaved dhruvam.

By habitual exercise, he gets success in six months; and undoubtedly his vayu enters the middle channel (the sushumna).

Dengan latihan kebiasaan ia memperoleh keberhasilan dalam 6 bulan dan tanpa ragu-ragu vayu-nya memasuki saluran tengah (susumna).

74
manojayanca labhate vayu vindu vidharanam,
aihika musmiki siddhir bhaven naivatra samsayah.

He conquers the mind, and can restrain his breath and his semen; then he gets success in this as well as the other world, without doubt.

Ia menalukkan pikiran dan dapat mengekang pernafasan serta spermanya; kemudian ia akan memperoleh keberhasilan pada ini sama baiknya dengan dunia lainnya, tanpa keragua-raguan.

Published in: on 29 July 2009 at 10:25 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/29/enam-chakra/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: