Nispatti

Siva Samhita
Bab III

66
tato bhyasa kramena iva nispattir yogino bhavet,
anadi karma bijani yena tirtva mrtam pibet.

After this, through gradual exercise, the Yogi reaches the Nishpatti-avestha (the condition of
consummation). The Yogi, having destroyed all the seeds of karma which existed from the beginning,
drinks the waters of immortality.

Sesudah ini, melalui latihan yang berangsur-angsur, yogi mencapai nispatti-avastha (keadaan penyempurnaan). Yogi, setelah menghancurkan segala benih karma yang berada sejak awal, akan menegak air keabadian.

67
yada nispattir bhavati samadhed svena karmana,
jivan muktasya samtasya bhaved bhirasya yoginah.
yada nispatti sampannah samadhih svecchaya bhavet,
grhitva cetanam vayuh kriyasaktirin ca vegavan.
sarvamas cakran vijitva ca jnana saktau viliyate.

When the jivan-mukta (delivered in the present life,) tranquil Yogi has obtained, through practice, the
consummation of samadhi (meditation), and when this state of consummated samadhi can be voluntarily evoked, then let the Yogi take hold of the chetana (conscious intelligence), together with the air, and with the force of (kriya-sakti) conquer the six wheels, and absorb it in the force called jnana-sakti.

Bila jivan-mukta (bebas pada kehidupan sekarang), ketenangan yogi telah tercapai melalui pelaksanaan, kesempurnaan Samadhi (meditasi) dan bila keadaan penyempurnaan Samadhi ini dapat dibangkitkan sekehendak hati, maka biarlah yogi mencapai setana (kecerdasan sadar), bersama-sama dengan udara dan dengan tenaga kriya sakti, menaklukkan 6 roda (jantera, putaran) dan menyerapnya dalam tenaga yang disebut jnana-sakti.

68
idanim klesahany artham caktavyam vayu sadhanam,
yena samsaracakresmin bhogahanir bhaved dhruvam.

Now we have described the management of the air in order to remove the troubles (which await the Yogi); through this knowledge of vayu-sadhana vanish all sufferings and enjoyments in the circle of this universe.

Sekarang kita telah melukiskan pengaturan udara untuk melepas kesulitan-kesulitan (yang menanti yogi); melalui pengetahuan vayu-sadhana ini segala penderitaan dan kenikmatan lenyap dalam siklus alam semesta.

69
rasanam talu mule yah sthapayitva vicaksanah,
pibet prananilam tasya yoganam samksayo bhavet.

When the skilful Yogi, by placing the tongue at the root of the palate, can drink the prana vayu, then there occurs complete dissolution of all Yogas (i.e., he is no longer in need of Yoga).

Bila yogi yang cakap dengan menempatkan lidah pada pangkal langit-langit dapat meneguk prana vayu, maka terjadi penghancuran sempurna dari seluruh yoga (yakni, ia tak lama memerlukan yoga).

Catatan ; beberapa naskah terbaca “roganam”, sebaliknya dalam hal ini “yoganam”, yang berarti “bebas dari segala penyakit”.

70
kakacamcva pibed vayum sitalam yo vicaksanah,
pranapana vidhanajnah sa bhaven mukti bhajanah.

When the skilful Yogi, knowing the laws of action of prana and apana, can drink the cold air through the concentration of the mouth, in the form of a crow-bill, then he becomes entitled to liberation.

Bila yogi yang cakap mengetahui hukum kegiatan prana dan apana dapat menghirup udara dingin melalui kontraksi (pengkerutan) mulut, dalam bentuk paruh burung gagak, maka ia berhak untuk bebas.

71
sarasam yah pibed vayum pratyaham vidhina sudhih,
nasyamti yoginas tasya bhamadaha jaramayah.

The wise Yogi, who daily drinks the ambrosial air, according to proper rules, destroys fatigue, burning
(fever), decay and old age, and injuries.

Yogi bijaksana yang setiap hari menghirup udara kehidupan, sesuai dengan aturan yang layak, menghancurkan kelelahan, panas (demam), kemerosotan dan usia tua serta yang merugikan.

72
rasanam urdhvagam krtva yas candre salilam pibet,
masa matrena yogindro mrtyum jayati niscitam.

Pointing the tongue upwards, when the yogi can drink the nectar flowing from the moon (situated between the two eye-brows), within a month he certainly would conquer death.

Dengan memantapkan lidah ke atas, bila yogi dapat meneguk madu yang mengalir dari bulan (yang terletak diantara dua alis mata), dalam sebulan ia pasti dapat menaklukkan kematian.

73
rajadamta vilam gadham sampidya vidhina pibet,
dhyatva kundalinim devim sasmasena kavir bhavet.

When having firmly closed the glottis by the proper yogic method, and contemplating on the goddess
Kundalini, he drinks (the moon fluid of immortality), he becomes a sage or poet within six months.

Bila setelah dengan mantap menutup celah suara dengan sistem yoga yang semestinya dan merenungkan dewi kundalini ia meneguk (cairan keabadian bulan), ia menjadi seorang bijak atau penyair dalam 6 bulan.

74
kakacamcva pibed vayun sandhyayor ubhayor api,
kundalinya munne dhyatva ksayogasya santaye.

When he drinks the air through the crow-bill, both in the morning and in the evening twilight,
contemplating that it goes to the mouth of the kundalini, consumption of the lungs (phthisis) is cured.

Bila ia meneguk udara melalui paruh gagak, baik pada pagi hari dan senja dengan merenungkannya menuju mulut kundalini, maka penyakit TBC paru-paru tersembuhkan.

75
aharnisam pibed yogi kakacamcva vicaksanah,
pibet prananilam tasya roganam samksayo bhavet.
dutasrutir dudrstis tatha syad darsanam khalu.

When the wise Yogi drinks the fluid day and night through the crow-beak, his diseases are destroyed: he acquires certainly the powers of clairaudience and clairvoyance.

Bila yogi yang bijaksana meneguk cairan siang dan malam melalui paruh gagak, penyakitnya terhancurkan; ia secara pasti mendapatkan tenaga tembus mata dan tembus telinga.

76
dantair dantan samapidya pibed vayum sanaih sanaih,
urdhvajihvah sumedhavi mrtyum jayati socirat.

When firmly closing the teeth (by pressing the upper on the lower jaw), and placing the tongue upwards, the wise Yogi drinks the fluid very slowly, within a short period he conquers death.

Bila secara mantap menutup gigi (dengan mengatupkan rahang atas dan bawah) dan menempatkan lidah ke atas, yogi yang bijaksana meneguk cairan pelan-pelan, maka dalam waktu singkat ia dapat menaklukkan kematian

77
san masa matram abhyasam yah karoti dine dine,
sarva papa vinimukto rogan nasayate hi sah

One, who daily continues this exercise for six months only, is freed from all sins, and destroys all diseases.

Seseorang yang setiap hari secara terus menerus melatih ini, hanya selama 6 bulan, dibebaskan dari segala dosa dan menghancurkan segala penyakit

78
samvatsara krta ‘bhyasadbhairavo bhavati dhruvam,
animadi gunam llabdhva jita bhutagacah svayam

If he continues this exercise for a year, he becomes a Bhairava; he obtains the powers of anima &c., and conquers all elements and the elementals.

Bila ia melanjutkan latihan ini selama setahun, ia menjadi seorang bhairava; ia mencapai kemampuan anima dsb. dan menaklukkan segala unsur dan yang menyangkut unsur-unsur.

79
rasanam urdhvagam krtva ksanardham yadi vistati,
ksanena mucyate yogi vyadhi mrtyu jaradibhih

If the Yogi can remain for half a second with his tongue drawn upwards, he becomes free from disease,
death, and old age.

Bila yogi dapat tinggal selama setengah detik dengan lidahnya tertarik ke atas, ia bebas dari penyakit, kematian dan umur tua.

80
rasanam prana samyuktam pidyamanam vicimtayet
na tasya jayate mrtyuh satyam satyam mayoditam

Verily, verily, I tell you the truth that the person never dies who contemplates by pressing the tongue,
combined with the vital fluid of Prana.

Sebenarnyalah, Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, bahwa orang-orang tak akan pernah mati, yang merenung dengan menjepit lidah, menggabungkan dengan cairan vital atau prana.

81
evam abhyasa yogena kamadevo dvitiyakah
na ksudha na trsa nidra naiva murccha prajayate

Through this exercise and Yoga, he becomes like Kamadeva, without rival. He feels neither hunger, nor
thirst, nor sleep, nor swoon.

Melalui latihan-latihan dan yoga ini, ia menjadi seperti seorang kamadeva tanpa tanding. Ia tak merasakan lapar, haus, tidur ataupun pingsan.

82
anena iva vidhanena yogindro ‘vani mandale
bhavet svac chandacari ca sarvapatpari varjitah

Acting upon these methods the great Yogi becomes in the world perfectly independent; and freed from all obstacles, he can go everywhere.

Berbuat atas sistem ini yogi yang hebat menjadi merdeka sepenuhnya di dunia ini dan bebas dari segala halangan, ia dapat pergi ke mana saja.

83
na tasya punara vrttir modate sasurair api
punya papair na lipyate patada caranena sah

By practicing thus, he is never reborn, nor is tainted by virtue and vice, but enjoys (for ages) with the gods.

Dengan melaksanakannya demikian, ia tak pernah lahir kembali ataupun dicemari oleh kebajikan dan kejahatan, tetapi bersuka ria (seumur hidup) dengan para dewa

Published in: on 25 July 2009 at 9:40 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/25/nispatti/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: