Yoga dan Maya

Siva Samhita
Bab I

62
atmanam atmano yogi pasyaty atmani niscitam
sarva samkalpa samnyasi tyaktamithya bhava grahah

Having renounced all false desires and abandoned all false worldly chains, the Yogi sees certainly in his
own spirit the Universal Spirit by the self.

Setelah melepaskan segala keinginan palsu dan ikatan belenggu duniawi palsu, yogi melihat dengan pasti dalam jiwanya sendiri, jiva alam semesta dengan sang diri.

63
atman atmani catmana drstvan anta sukhatmakam,
vismrta visvam ramate samadhesti vratas tatha

Having seen the Spirit, that brings forth happiness, in his own spirit by the help of the self, he forgets this universe, and enjoys the ineffable bliss of Samadhi (profound meditation.)

Setelah melihat sang roh, yang selanjutnya membawa kebahagiaan dalam jiwanya sendiri dengan bantuan sang diri, maka ia melupakan alam semesta ini dan menikmati kebahagiaan samadhi (meditasi mendalam) yang tak terperikan.

64
maya iva visva janani nanya tat tvadhiyapara,
yada nasam samayati visvam nasti tada khalu

Maya (illusion) is the mother of the universe. Not from any other principle has the universe been created; when this maya is destroyed, the world certainly does not exist.

Maya (khayalan) merupakan induk dari alam semesta. Ia tercipta bukan dari prinsip lainnya dan bila maya ini dihancurkan maka dunia ini secara pasti tak akan ada.

65
heyam sarvam idam yasya maya vilasitam yatah,
tato na priti visayas tanuvitta sukhatmakah

He, to whom this world is but the pleasure-ground of maya, therefore, contemptible and worthless, cannot find any happiness in riches, body, etc., nor in pleasures.

Ia yang menganggap dunia ini hanyalah bidang kenikmatan maya sehingga rendah dan tak berharga, tak dapat menemukan kebahagiaan di dalam kekayaan, badan dan lain-lainnya, demikian juga pada kesenangan

66
arir mitram udasinas trividham syad idam jagat,
vyavaharesu niyatam drsyate nanyatha punah
priyapriyadi medastu vastusu niyatah sphutam

This world appears in three different aspects to men – either friendly, inimical, or indifferent; such is
always found in worldly dealing; there is distinction also in substances, as they are good, bad or indifferent.

Dunia ini tampak bagi manusia dalam tiga aspek yang berbeda – baik yang berpadanan, berlawanan, maupun netral; yang seperti itu selalu diketemukan dalam masalah duniawi juga dalam benda-benda terdapat perbedaan, apakah itu yang baik, buruk atau netral.

67
atmopadhi vasad evam bhavet putradi nanyatha,
maya vilasitam visvam jnatva ivam sruti yuktitah.
adhyaropapavadabhyam layam kurvanti yoginah.

That one Spirit, through differentiation, verily becomes a son, a father, etc. The Sacred Scriptures have demonstrated the universe to be the freak of maya (illusion). The Yogi destroys this phenomenal universe by realizing that it is but the result of adhyaropa (superimposition) and by means of aparada (refutation of a wrong belief).

Bahwa satu roh, melalui perkembangan yang berlainan sesungguhnyamenjadi seorang anak, seorang ayah dsb. Naskah-naskah suci telah menunjukkan alam semesta sebagai tingkah laku dari maya (khayalan). Para yogi menghancurkan gejala alam semesta fenomenal yang demikian itu dengan menyatakan bahwa itu hanyalah hasil dari adhyaropa (penumpangan) dan dengan cara apavada (pembuktian tentang kepercayaan yang salah).

Published in: on 24 July 2009 at 8:24 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/24/yoga-dan-maya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: