Perbedaan Pendapat

Siva Samhita
Bab I

4
satyam kecit prasam santi tapah saucam tatha pare,
ksamam kecit prasam santi tatha iva samam arjjavam

Some praise truth, others purification and asceticism; some praise forgiveness, others equality and sincerity.

Beberapa orang mengagungkan kebenaran, yang lainnya pembersihan (pemurnian) dan pertapaan (asetikisme); beberapa orang lainnya mengagungkan pengampunan, yang lainnya keseimbangan dan ketulusan.

5
kecid danam prasam santi pitrkarma tatha pare,
kacit karma prasam santi kecid vairagyam uttamam

Some praise alms-giving, others laud sacrifices made in honor of one’s ancestors; some praise action
(karma), others think dispassion (vairagya) to be the best.

Beberapa orang mengagungkan pemberian sedekah, yang lainnya mengagungkan upacara kurban yang dilakukan untuk menghormati leluhur; beberapa orang mengagungkan kegiatan (karma), yang lainnya berpendapat bahwa ketidakterikatan (vairagya) sebagai yang terbaik.

6
kecid grhastha karmani prasam santi vicaksanah,
agnihotradikam karma tatha kecit param viduh

Some wise persons praise the performance of the duties of the householder; other authorities hold up firesacrifice, as the highest.

Beberapa orang bijaksana mengagungkan pelaksanaan kewajiban kepala keluarga dan otoritas lain memandang pelaksanaan upacara kurban api (agnihotra) sebagai yang tertinggi.

7
mantra yogam prasam santi kecit tirthanu sevanam,
evam bahun upayamstu pradanti hi muktaye

Some praise mantrayoga, others the frequenting of places of pilgrimage. Thus are the ways which people declare emancipation.

Beberapa orang mengagungkan mantra yoga, yang lainnya secara teratur mengunjungi tempat-tempat penziarahan. Demikianlah berbagai-bagai cara itu merupakan jalan yang disarankan orang sebagai pembebasan.

8
evam vyavasita loke krtyakrtyavido janah,
vyamoham eva gacchamti vimuktah papa karmabhih

Being thus diversely engaged in this world, even those who still know what actions are good and what are evil, though free from sin, become subject to bewilderment.

Demikian banyak macam yang mengikat di dunia ini, bahkan mereka yang mengetahui perbuatan apa yang baik dan buruk walaupun bebas dari dosa, menjadi korban kebingungan.

9
etan matavalambi yo labdhva duritapunyake,
bhrama tityavasah so tra janma mrtyu param param

Persons who follow these doctrines, having committed good and bad actions, constantly wander in the
worlds, in the cycle of births and deaths, bound by dire necessity.

Orang-orang yang mengikuti ajaran ini setelah terlibat perbuatan baik dan buruk tetap mengembara di dunia ini dalam siklus kelahiran dan kematian, terikat oleh kewajiban yang mengerikan.

Published in: on 24 July 2009 at 6:02 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/24/perbedaan-pendapat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: