Jnana Kanda 2

Siva Samhita
Bab I

40
yatha vamso raga bhrantir bhaved bhakta vasanjanat,
tatha jagad idam bhrantir abhyasa kalpananjanat

As, when the knowledge of the mother-of-pearl is obtained, the erroneous notion of its being silver does not remain; so, through the knowledge of spirit, the world always appears a delusion.

Karena, apabila seseorang melumuri pelupuk matanya dengan salep yang dibuat dari lemak kodok, maka sebatang bambu akan tampak seperti seekor naga, demikian pula dunia, tampak dalam paramatma, yang disebabkan oleh tipuan pigmen kebiasaan dan khayalan.

41
atma jnanad yatha nasti rajju jnanad bhujangamah,
yatha dosa vasac chuklah pito bhavati nanyatha,
ajnana dosadatmapi jagad bhavati dustyajam

As through knowledge of rope the serpent appears a delusion; similarly, through spiritual knowledge, the world. As through jaundiced eyes white appears yellow; similarly, through the disease of ignorance, this world appears in the spirit – an error very difficult to be removed.

Seperti pengetahuan tentang tali, maka ular tampak suatu khayalan, demikian pula dunia ini melalui pengetahuan spiritual. Seperti mata yang berpenyakit kuning, yang putih tampak kuning; demikian pula melalui penyakit ketidaktahuan, dunia tampaknya dalam rohh; kesalahan demikian ini sangat sukar untuk dilepaskan.

42
dosanase yatha suklo grhyate rogina bhaved iti,
sukla jnanat tatha jnana nasad atma tatha krtah

As when the jaundice is removed the patient sees the colour as it is, so when delusive ignorance is
destroyed, the true nature of the spirit is made manifest.

Seperti penyakit kuning yang dibuang, maka si pasien akan melihat warna-warni sesuai apa adanya, demikian pula halnya bila tipuan kebodohan dihancurkan, maka sifat sejati sang roh akan menjadi jelas.

43
kalagrayepi na yatha rajjuh sarpo bhaved iti,
tathatma na bhaved visvam gunatito niranjanah

As a rope can never become a snake, in the past, present or future; so the spirit which is beyond all gunas and which is pure, never becomes the universe.

Karena, seutas tali tak pernah dapat menjadi seekor ular, baik dahulu, sekarang dan di masa yang akan datang sehingga roh yang mengatasi segala guna (sifat) dan murni tak pernah menjadi alam semesta

44
agama ‘payino ‘nitya nasyatvenesvaradayah,
atma vodena kenapi sastrad etad viniscitam

Some wise men, well-versed in Scriptures, receiving the knowledge of spirit, have declared that even Devas like Indra, etc., are non-eternal, subject to birth and death, and liable to destruction.

Beberapa orang bijaksana yang mahir dalam kitab suci, dengan memperoleh pengetahuan tentang roh menyatakan bahwa para dewa sekalipun, seperti Indra, dsb. tidak kekal merupakan subyek kelahiran dan kematian serta tak lepas dari kehancuran.

45
yatha vatavasat sindhav utpannah phenabudbudah,
tathatmani samud bhutam samsaram ksana bhanguram

Like a bubble in the sea rising through the agitation of the wind, this transitory world arises from the Spirit.

Seperti sebuah gelembung di tengah lautan yang muncul akibat hembusan angin, maka dunia yang sementara ini muncul dari roh.

46
abhedo bhasate nityam vastubhedo na bhasate,
dvi dhatridhadi bhedo ‘yam bhramatve parya vasyati

The Unity exists always; the Diversity does not exist always; there comes a time when it ceases: two-fold, three-fold, and manifold distinctions arise only through illusion.

Kesatuan akan selalu ada; kejamakan tak akan selalu ada; ia hanya datang sewaktu-waktu bila kesatuan menghilang; perbedaan lipat dua, lipat tiga, jamak akan muncul hanya melalui khayalan.

47
yad bhutam yacca bhavyam vai murtanurtam tatha iva ca,
sarvam eva jagad vivrttam param atmani

Whatever was, is or will be, either formed or formless, in short, all this universe is superimposed on the
Supreme Spirit.

Apapun yang ada, yang sekarang ada atau yang akan ada, yang berwujud maupun tanpa wujud, singkatnya seluruh alam semesta ini ditumpangkan pada Roh tertinggi

48
kalpakaih kalpita vidya mithya jata mrsatmika,
etan mulam jagad idam katham satyam bhasiptyati

Suggested by the Lords of suggestion comes out avidya. It is born of untruth, and its very essence is unreal. How can this world with such antecedents (foundations) be true?

Didorong oleh penguasa gagasan, muncullah avidya, yang lahir dari ketidakbenaran dan intinya tidak nyata. Bagaimana mungkin dunia dengan kejadian sebelumnya (landasan) seperti itu menjadi nyata?

Published in: on 24 July 2009 at 8:12 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/24/jnana-kanda-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: