Jivatma 2

Siva Samhita
Bab II

46
saksatkari bhrame saksat saksat karini nasayet
so hi nastiti samsare bhramo na iva nivartate

The illusion of the manifested (objective world) is destroyed when the Maker of the Manifest becomes
manifest. This illusion does not cease so long as one thinks, “Brahma is not.”

Khayalan tentang perwujudan (dunia obyektif) ini akan terhancurkan bila si pembuat perwujudan itu menjadi nyata. Khayalan ini tak akan lenyap selama orang-orang masih berpikir bahwa “Brahman tidak ada”

47
mithya jnanami vrttistu visesa darsanad bhavet,
anyatha na nivrttih syad drsyate rajata bhramah

By looking closely and deeply into the matter, this false knowledge vanishes. It cannot be removed
otherwise; the delusion of silver remains.

Dengan memandang secara lebih dekat dan mendalam ke dalam permasalahannya maka pengetahuan palsu tersebut akan lenyap. Ia tak dapat dilepaskan dengan cara lain, bila khayalan tentang perak masih tetap ada.

48
yavannot padyate jnanam saksatkare niranjane,
tavat sarvani bhutani drsyante vividhani ca

As long as knowledge does not arise about the stainless Manifestor of the universe, so long all things appear separate and many.

Selama pengetahuan tidak muncul tentang si pewujud alam semesta yang tak bernoda, selama itu benda-benda tampaknya terpisah dan banyak

49
yada karmarjitam deham nirvane sadhanam bhavet,
tada sarira vahanam saphalam syanna canyatha

When this body, obtained through karma, is made the means of obtaining nirvana (divine beatitude); then only the carrying of the burden becomes fruitful – not otherwise.

Bila badan yang diperoleh melalui karma ini dibuat demi untuk pencapaian nirvana (kebahagiaan ilahi); maka hanya pemikulan beban badan sajalah yang akan menjadi penuh keberhasilan – bukan yang lainnya.

50
yadrsi vasana mula varttate jiva samgini,
tadrsam vahate jantuh krtya krtyavidhau bhraman

Of whatever nature is the original desire (vasana), that clings to and accompanies the Jiva (through various incarnations); similar is the delusion which it suffers, according to its deeds and misdeeds.

Dari sifat apapun keinginan asal (vasana) yang lengket dan menemani sang jiva (melalui bermacam-maam penjelmaan); demikian pula khayalan yang ia derita, sesuai dengan perbuatan dan kesalahannya.

51
samsara sagaram tarttum yadicched yoga sadhakah,
krtva varnasramam karma phala varjam tadacaret

If the practiser of Yoga wishes to cross the ocean of the world, he should perform all the duties of his
ashrama, (the condition of life), renouncing all the fruits of his works.

Bila para pelaksana yoga berkehendak untuk menyeberangi lautan duniawi, ia harus melaksanakan seluruh kewajiban asrama-nya (tingkat kehidupan) dengan melepaskan segala hasil kegiatannya.

52
visaya sakta purusa visayesu sukhepsavah,
vacabhir uddha nirvana vartante papa karmani

Persons attached to sensual objects and desirous of sensual pleasures, descend from the road of nirvana, through the delusion of much talk, and fall into sinful deeds.

Orang-orang yang terikat pada obyek sensual dan menginginkan kesenangan sensual beralih dari jalan nirvana, melalui khayalan tentang obrolan dan jatuh ke dalam perbuatan yang penuh dosa

53
atmanam atmana pasyanna kincid iha pasyati
tada karma pari tyage na dosa ‘sti matam mama

When a person does not see anything else here, having seen the Self by the self; then there is no sin (for him if he) renounces all ritual works. This is my opinion.

Bila seseorang tidak melihat sesuatu yang lainnya di sini, setelah melihat sang Diri dengan dirinya; maka tak ada dosa (baginya, bila ia) melepaskan segala kegiatan upacara. Inilah pendapat-Ku

54
kamadayo viliyante jnanad eva na canyatha
abhave sarva tattvanam svayam tattvam prakasate

All desires and the rest are dissolved through Gnosis only, and not otherwise. When all (minor) tattwas
(principles) cease to exist, then My Tattva becomes manifest.

Segala keinginan dan yang lainnya diserap hanya melalui pengetahuan kerohanian (jnana) dan bukan dengan cara lainnya. Bila semua tattva (prinsip) minor lenyap maka tattva-Ku menjadi berwujud.

Published in: on 24 July 2009 at 9:58 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://taksu.wordpress.com/2009/07/24/jivatma-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: