Karma Kanda 2

Siva Samhita
Bab I

26
jantubhis canubhuyam te svarge nanasukhani ca,
nanavidhani duhkhani narake duhsahani vai

Creatures enjoy many pleasures in heaven; many intolerable pains are suffered in hell.

Makhluk-makhluk menikmati banyak kesenangan di surga dan kepedihan yang tak tertahankan banyak diderita di neraka.

27
papa karmavasad duhkham punya karmavasat sukham,
tasmat sukharthi vividham punyam prakurute dhruvam

From sinful acts pain, from good acts happiness, results. For the sake of happiness, men constantly perform good actions.

Dari kegiatan yang penuh dosa menghasilkan kepedihan dan dari kegiatan yang baik menghasilkan kebahagiaan. Demi untuk mendapatkan kebahagiaan manusia secara terus menerus menjalankan kegiatan yang baik.

28
papa bhoga vasane tu punarjanma bhavet khalu,
punya bhoga vasane tu nanyatha bhavati dhruvam

When the sufferings for evil actions are gone through, then there take place re-births certainly; when the fruits of good actions have been exhausted, then also, verily, the result is the same.

Bila penderitaan akibat perbuatan jahat berlalu, maka secara pasti akan lahir kembali dan bila buah kegiatan baik telah dihabiskan maka hasilnya akan sama saja, yaitu akan lahir kembali.

29
svarge ‘pi duhkha sambhogah parasri darsanadisu,
tato duhkham idam sarvam bhaved nasty atra samsayah

Even in heaven there is experiencing of pain by seeing the higher enjoyment of others; verily, there is no doubt of it that this whole universe is full of sorrow.

Bahkan di surga sekalipun ada pengalaman pedih dengan menyaksikan kenikmatan lebih tinggi dari yang lainnya; sesungguhnya tak diragukan lagi bahwa seluruh alam semesta ini penuh dengan kesedihan.

30
tat karma kalpakaih proktam punyam papam iti dvidha,
punya papamayo bandho dehinam bhavati kramat

The classifiers of karma have divided it into two parts; good and bad actions; they are the veritable bondage of embodied souls each in its turn

Klasifikasi karma telah dipisahkan menjadi 2 bagian, yaitu: perbuatan baik dan perbuatan jahat, di mana masing-masing pada gilirannya keduanya merupakan ikatan yang sesungguhnya dari penjelmaan roh.

31
ihamutra phala dvesi saphalam karma samtyajet,
nitya naimittikam samjnam tyaktva yoge pravartate

Those who are not desirous of enjoying the fruits of their actions in this or the next world, should renounce all actions which are done with an eye to their fruits, and having similarly discarded the attachment for the daily and the naimittika acts, should employ themselves in the practice of Yoga.

Mereka yang tak ingin menikmati buah perbuatan mereka di dunia ini atau di dunia yang akan datang hendaknya meninggalkan segala kegiatan yang dilakukan dengan motif akan hasilnya, begitu pula setelah melepaskan keterikatan akan kegiatan sehari-hari dan kegiatan naimittika hendaknya melibatkan dirinya sendiri untuk melakukan yoga.

Published in: on 24 July 2009 at 7:06 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

Karma Kanda

Siva Samhita
Bab I

20
karma kandam jnana kandam iti vedo dvidha matah,
bhavati dvi vidho bhedo jnana kandasya karmanah

There are two systems (as found in the Vedas). Karmakanda (ritualism) and jnanakanda (wisdom).
Jnanakanda and karmakanda are again each subdivided into two parts.

Ada dua sistem (seperti yang diketemukan dalam Veda) yaitu karma kanda (mengenai upacara) dan jnana kanda (kebijaksanaan). Jnana kanda dan karma kanda masing-masing dibagi lagi menjadi dua bagian.

(more…)

Published in: on 24 July 2009 at 6:48 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.