Siva Samhita
Bab IV
Maha-Bandha
atha mahabandhakathanam
21
tatah prasaritah pado vinyasya tamurupari,
gudayonim samakumcya krtva capanam urdhvagam,
yojayitva samanena krtva pranamadho mukham.
bandhayed urdhvagaty artham pranapanena yah sudhih,
kathito yam mahabandhah siddhi marga pradayakah,
nadi jalad rasavyuho murdhanam yati yoginah.
ubhabhyam sadhayet padbhyamekai suprayatnatah.
Then (after Mahamudra), having extended the (right) foot, place it on the (left) thigh; contract the
perineum, and draw the apana vayu upwards and join it with the samana vayu; bend the prana vayu downwards, and then let the wise Yogi bind them in trinity in the navel (i.e. the prana and the apana should be joined with the Samana in the navel. I have told you how the Mahabandha, which shows the way to emancipation. By this, all the fluids in the vessels of the body of the Yogi are propelled towards the head. This should be practiced with great care, alternately with both feet.
Kemudian (setelah mahamudra) setelah meregangkan kaki (kanan), tempatkan pada paha (kiri); kerutkan daerah anus dan vulva dan tariklah apana vayu keatas dan gabungkan dengan samana vayu; lengkungkan prana vayu kebawah dan kemudian biarkanlah yogi yang bijaksana mengikatknya dalam tri tunggal pada pusar (yakni; prana dan apana hendaknya digabungkan dengan smana didaerah pusar). sekarang aku telah memberitahumu tentang mahabandha, yang menunjukkan jalan pembebasan. dengan ini segala cairan dalam pembuluh badan dari yogi didorong menuju kepala, ini hendaknya dilakukan dengan tekun, bergantian dengan kedua kaki.
(more…)