Rsi Dharmakerti:
Anakku, sudah payahkah anakku mendengarkan uraian-uraian guru?
Sang Suyasa:
Oh, tidak Gurunda, bukan payah tetapi makin tertarik hamba mendengarkannya karena betul-betul merupakan penerangan baru bagi diri hamba. Malah hamba takut Gurunda sendiri yang telah merasa payah atau jemu memberikan uraian.
Rsi Dharmakerti:
Ketahuilah anakku, bahwa kenikmatan hidup seorang Guru ialah pada waktu memberi pelajaran perihal kebenaran. Sebagai halnya kenikmatan seorang Perwira pada waktu berperang demi kebenaran. Walaupun Guru sudah tua, tetapi malah merasa bertambah muda dapat berbicara dengan seorang yang tekun seperti anakku ini. Baiklah akan Guru teruskan sekarang perihal hari-hari suci.