Susila

Sang Suyasa:
Gurunda, hamba sering mendengar kata-kata Tat Twam Asi. Apakah yang dimaksudkan?

Rsi Dharmakerti:
Tat Twam Asi adalah kata-kata dalam filsafat Hindu yang mengajarkan kesosialan yang tanpa batas karena diketahui bahwa “ia adalah kamu”, saya adalah kamu dan segala mahluk adalah sama sehingga menolong orang lain berarti menolong diri sendiri dan menyakiti orang lain berarti pula menyakiti diri sendiri. Jiwa sosial ini juga diresapi oleh sinar-sinar tuntungan kesucian Tuhan dan tidak oleh jiwa kebendaan.

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 5:57 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

Awatara

Jadi Awatara itu adalah perwujudan Sang Hyang Widhi ke dunia dengan mengambil suatu bentuk yang dengan perbuatan atau ajaran sucinya, memberi tuntunan untuk membebaskan manusia dari kesengsaraan yang diakibatkan oleh kegelapan awidya. Di dalam Bhagavad Gita (II, 7) disebut “Kapan saja Dharma (kebenaran) mulai runtuh dan Adharma (kejahatan) mulai merajalela, Aku menjelma kembali ke dunia untuk menegakkan Dharma (kebenaran)”.

Jadi bila dunia dalam penderitaan dan dikuasai oleh Adharma maka Sang Hyang Widhi turun ke dunia untuk menegakkan Dharma. Dan dalam Purana ada disebut 10 Awatara dari Wisnu antara lain Sri Rama, Sri Krisna, Buddha dan Kalki (Awatara Wisnu yang belum datang). Semua awatara ini bertugas untuk membikin umat manusia menegakkan jiwa kedewataan sebagai sifat-sifat yang luhur dan memberantas sifat-sifat keraksasaan (keangkuhan, keangkaran dan lain-lain) dengan ajaran-ajaran sucinya yang menuntun ke arah kedamaian dan kesempurnaan hidup. Umpamanya, Sri Rama tidak lain dari perwujudan Sang Hyang widhi (Wisnu) di dunia ini sebagai putra Raja Dasaratha untuk menghancurkan kejahatan (Adharma) yang ditimbulkan para raksasa, rakyat dari Rawana.

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 5:36 pm  Comments (1)  
Tags: ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.