<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pustaka Sanatana Dharma</title>
	<atom:link href="http://taksu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taksu.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 02:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='taksu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pustaka Sanatana Dharma</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://taksu.wordpress.com/osd.xml" title="Pustaka Sanatana Dharma" />
	<atom:link rel='hub' href='http://taksu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>“TRI  DEWA BAWA”</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com/2010/07/09/%e2%80%9ctri-dewa-bawa%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://taksu.wordpress.com/2010/07/09/%e2%80%9ctri-dewa-bawa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 04:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taksu.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Jeromangku _Sudiada@Yahoo.com Banyak yang telah masuk kedalam Ja-Pri kami, yang menanyakan : 1. Sebenarnya apasih Kesitimewaan wanita dalam Hindu 2. Apa Fungsi Wanita dalam Hindu 3. Bagaimana menyikapi wanita menurut Hindu – tentang PSK 4. Entah apalagi maaf kami pelupa. Sebelum kami menyampaikan beberapa Sloka yang kami ambil dari Manawa Dharma sastra. Baiklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=292&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Jeromangku _Sudiada@Yahoo.com</p>
<p>Banyak yang telah masuk kedalam Ja-Pri kami, yang menanyakan :</p>
<p>1.     Sebenarnya apasih Kesitimewaan wanita dalam Hindu<br />
2.     Apa Fungsi Wanita dalam Hindu<br />
3.     Bagaimana menyikapi wanita menurut Hindu – tentang PSK<br />
4.     Entah apalagi maaf kami pelupa.</p>
<p>Sebelum kami menyampaikan beberapa Sloka yang kami ambil dari Manawa Dharma sastra. Baiklah sedikit kami bukakan wawasan dalam Hindu, ada yang disebut dengan ”TRI DEWA BAWA”</p>
<p>TRI = tiga.  DEWA= diambilkan dari sifatnya pengasih dan penyayang dan BAWA  = diambilkan dari fungsionalnya yang menyebabkan mereka menjadi dihormati, atas fungsinya itu menjadikan mereka berwibawa, ingat dalam management Hindu ada yang disebutkan denga rumus S = F X K</p>
<p>Sikap = akan ditentukan oleh fungsi dan kebutuhan, dalam bahasa balinya disebut :</p>
<p>1.     Etika ngelingang linggih<br />
2.     Busana nyihnayang swegina.</p>
<p>Tria Dewa Bawa terdiri dari.</p>
<p>1.     Metri Dewa Bawa = Peran seorang Ibu.<br />
2.     Pitri Dewa Bawa   = Peran seorang Bapak dalam keluarga<br />
3.     Acarya Dewa Bawa = Peran seorang Guru dalam keluarga</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Sekarang kami bahas adalah METRI DEWA BAWA.<br />
Dalam keluarga sejahtera fungsi seorang Ibu / wanita adalah sangat<br />
Dominan, wanitalah yang sangat menentukan berhasil / gagal, sukses tidaknya sebuah rumahtangga.</p>
<p>Wanita yang menjadikan dirinya Guru reka terhormat, dihormati termashyur, “LUH LINUWIH” / Luh Luwih meutama<br />
demikian pula sebaliknya yang menjadikan dirinya, masuk dalam lembah kenistaan dicampakan, sampah masyarakat “LUH LUWU”</p>
<p>Dan satu lagi menjadikan sumber pemborosan bila tidak bisa mengendalikan Ekonomi  keluarga menjadilah mereka “LUH LUWAH” menjadikan beban keluarga, sumber pemborosan.</p>
<p><strong>BIBIT &amp; BOBOT</strong></p>
<p>Seorang istri pembawa benih dari Preti sentana ( Kama Bang Suklawanita dan Kama Petak sebagai tunas dari seorang Ayah)</p>
<p><strong>MENGANDUNG</strong></p>
<p>Seorang Istri pula yang mewadahinya selama sembilan bulan dalam kandungan, yang menyebabkan wajahnya sudah tak keruan selama kehamilan.</p>
<p><strong>MENANTI KELAHIRAN</strong></p>
<p>Melahirkan, juga adalh merupakan perjuangan antara hidup dan matinya seorang Ibu demi sang kelahiran sang bayi</p>
<p><strong>GURU RUPAKA / REKA</strong></p>
<p>Setelah bayi lahir seorang Ibu pulalah yang menjadikan Guru Pertama dari kehidupan sang bayi, seblum mereka mendapatkan pendidikan informal dan kemudian diteruskan ke pendidikan Formal.</p>
<p>Ingat Pada jaman kejayaan Hindu mencapai puncak keemasanya Brahmana pada masa pemrintahan Candra Gupta abad ke XIV.</p>
<p>Justru disitu pulalah Presentase umat yg paling banyak Pindah agama 90 % dari total semuanya orang pindah agama lain adalah pada abad ini, kenapa&#8230;&#8230;&#8230;.?</p>
<p>Jawabannya adalah Agama hanya dimiliki oleh golongan tertentu saja kemudian agaman didominasi oleh Laki laki saja ( sampai sekarangpun di India  masih ada menerapkan seorang Ibu tidak boleh melantunkan Gayatri Mantram )</p>
<p>Nah Kunci Utama sang Ibu sebagai Guru Reka / pertama tidak tersenggol sama sekali oleh pendidikan agama.</p>
<p>Nah kalau sudah begitu jawabannya sudah ada pada anda semuanya</p>
<p><strong>BEBAN YANG PALING BERAT.</strong></p>
<p>Dari kesimpulan diatas satu satunya bean yang terberat yang melebihi ibu pertiwi adalah “METRI DEWA BAWA” alias ibu kandung.</p>
<p>Selanjutnya silahkan dibaca sloka sloka dibawah ini.</p>
<p><em>MD III.55: Pitrbhir bhatrbhis, caitah patibhir devaraistatha, pujya bhusayita vyasca, bahu kalyanmipsubhih.</em></p>
<p>Istri harus dihormati dan disayangi oleh mertua, ipar, saudara, suami dan anak-anak bila mereka menghendaki kesejahteraan dirinya. Ucapan sorga ada di tangan wanita bukanlah suatu slogan kosong, karena ditulis dalam</p>
<p><em>MD.III.56: Yatra naryastu pujyante, ramante tatra devatah, yatraitastu na pujyante, sarvastatraphalah kriyah.</em></p>
<p>Di mana wanita dihormati, di sanalah pada Dewa-Dewa merasa senang, tetapi di mana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.</p>
<p>Lebih tegas lagi dalam sloka berikutnya:</p>
<p><em>MD.III. 57 : Socanti jamayo yatra, vinasyatyacu tatkulam, na socanti tu yatraita, vardhate taddhi sarvada.</em></p>
<p>Di mana wanita hidup dalam kesedihan, keluarga itu akan cepat hancur, tetapi di mana wanita tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.</p>
<p>Dan sloka MD.III. 58: Jamayo yani gehani, capantya patri pujitah, tani krtyahataneva, vinasyanti samantarah.</p>
<p>Rumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya, mengucapkan kata-kata kutukan, keluarga itu akan hancur seluruhnya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taksu.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taksu.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=292&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taksu.wordpress.com/2010/07/09/%e2%80%9ctri-dewa-bawa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1a1ca957d1f7323bb53ab1ee1767995?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ananta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sri Ganesh Chalisa By Shankar Mahadevan</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/sri-ganesh-chalisa-by-shankar-mahadevan/</link>
		<comments>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/sri-ganesh-chalisa-by-shankar-mahadevan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 04:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taksu.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Jai Ganesh! This is the mantra of the Ganesh Chalisa http://www.metacafe.com/watch/yt-lQgBBP6CPuU/sri_ganesh_chalisa_by_shankar_mahadevan/ DOHA Jaya ganapati sadhguna sadana, kavi vara badana kripaala. Vighna harana mangala karana, jaya jaya girijaa laala. Jaya jaya ganapati gan raaju, mangala bharana karana shubha kaaju . Jaya gajabadana sadana sukhadaataa, vishva vinaayaka buddhi vidhaata. Vakra tunda shuchi shunda suhaavana, tilaka tripunda bhaala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=287&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jai Ganesh!<br />
This is the mantra of the Ganesh Chalisa</p>
<p><a href="http://www.metacafe.com/watch/yt-lQgBBP6CPuU/sri_ganesh_chalisa_by_shankar_mahadevan/">http://www.metacafe.com/watch/yt-lQgBBP6CPuU/sri_ganesh_chalisa_by_shankar_mahadevan/</a></p>
<p>DOHA<br />
Jaya ganapati sadhguna sadana, kavi vara badana kripaala.<br />
Vighna harana mangala karana, jaya jaya girijaa laala.<br />
Jaya jaya ganapati gan raaju, mangala bharana karana shubha kaaju .<br />
Jaya gajabadana sadana sukhadaataa, vishva vinaayaka buddhi vidhaata.<br />
Vakra tunda shuchi shunda suhaavana, tilaka tripunda bhaala mana bhaavana.<br />
Raajata mani muktana ura maala, svarna mukuta shira nayana vishaala.<br />
Pustaka paani kuthaara trishuulam, modaka bhoga sugandhita phoolam.<br />
Sundara piitaambara tana saajita, charana paaduka muni mana raajita.<br />
Dhani shiva suvana shadaanana bhraata, gaurii lalana vishva-vidhaata.<br />
Riddhi siddhi tava chanvara sudhaare, mushaka vaahana sohata dvaare.<br />
Kahaun janma shubha kathaa tumhaari, ati shuchi paavana mangala kaari.<br />
Eka samaya giriraaj kumaari, putra hetu tapa kinha bhaari.<br />
Bhayo yagya jaba puurna anuupa, taba pahunchyo tuma dhari dvija ruupa.<br />
Atithi jaani kai gauri sukhaari, bahuvidhi sevaa kari tumhaari.<br />
Ati prasanna hvai tuma vara diinha, maatu putra hita jo tapa kiinha.<br />
Milahi putra tuhi buddhi vishaala, binaa garbha dhaarana yahi kaala.<br />
Gananaayaka, guna gyaana nidhaana, puujita prathama ruupa bhagavana.<br />
Asa kahi antardhyaana ruupa hvai, palana para baalaka svaruupa hvai.<br />
Bani shishu rudana jabahi tuma thaana, lakhi mukha sukha nahin gauri samaan.<br />
Sakala magana, sukha mangala gaavahin, nabha te surana sumana varshaavahin.<br />
Shambhu uma, bahu dana lutavahin, sura munijana, suta dekhana aavahin.<br />
Lakhi ati aananda mangala saaja, dekhana bhi aaye shani raaja.<br />
Nija avaguna guni shani mana maahin, baalaka, dekhan chaahata naahin.<br />
Giraja kachhu mana bheda badhaayo, utsava mora na shani tuhi bhaayo.</p>
<p><span id="more-287"></span>Kahana lage shani, mana sakuchaai, kaa karihau, shishu mohi dikhaai.<br />
Nahin vishvaasa, uma ur bhayau, shani so baalaka dekhana kahyau.<br />
Padatahin, shani driga kona prakaasha, baalaka shira udi gayo aakaasha.<br />
Giraja giriin vikala hvai dharani, so dukha dasha gayo nahin varani.<br />
Haahaakaara machyo kailaasha, shani kiinhyon lakhi suta ka naasha.<br />
Turata garuda chadhi Vishnu sidhaaye, kaati chakra so gaja shira laaye.<br />
Baalaka ke dhada upara dhaarayo, praana, mantra padha shankara darayo.<br />
Naama &#8216;ganesha&#8217; shambhu taba kiinhe, prathama puujya buddhi nidhi, vara diinhe.<br />
Buddhi pariiksha jaba shiva kiinha, prithvii kar pradakshina liinha.<br />
Chale shadaanana, bharami bhulaIi, rachi baitha tuma buddhi upaai.<br />
Charana maatu-pitu ke dhara linhen, tinake saata pradakshina kinhen.<br />
Dhani ganesha, kahi shiva hiya harashe, nabha te surana sumana bahu barase.<br />
Tumhari mahima buddhi badaye., shesha sahasa mukha sakai na gaai.<br />
Mein mati hina malina dukhaari, karahun kauna vidhi vinaya tumhaari.<br />
Bhajata &#8216;raamasundara&#8217; prabhudaasa, lakha prayaga, kakara, durvasa .<br />
Aba prabhu daya dina para kijai, apani bhakti shakti kuchhu dijai.<br />
DOHA:<br />
Shri Ganesh yah chalisa, path karai dhari dhyan,<br />
Nit nav mangal gruha bashe, lahi jagat sanman.<br />
Sambandh apne sahstra dash, rushi panchami dinesh.<br />
Puran chalisa bhayo, mangal murti ganesha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taksu.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taksu.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=287&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/sri-ganesh-chalisa-by-shankar-mahadevan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1a1ca957d1f7323bb53ab1ee1767995?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ananta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atma Shatakam (Shivanjali)</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/atma-shatakam-shivanjali/</link>
		<comments>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/atma-shatakam-shivanjali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 04:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Audio]]></category>
		<category><![CDATA[shiva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taksu.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Atma Shatakam is a poem or Shloka in six stanzas written by Adi Shankaracharya summarising the concept of Advaita Vedanta (non-dualistic philosophy)a sub-school of Vedanta School of Hindu philosophy. http://www.metacafe.com/watch/1293183/atma_shatakam_shivanjali_deva_premal/ 1. I am not mind, intellect, thought, or ego; Not hearing, taste, smelling or sight; Not ether or earth, fire or air. I am the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=284&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Atma Shatakam is a poem or Shloka in six stanzas written by Adi Shankaracharya summarising the concept of Advaita Vedanta (non-dualistic philosophy)a sub-school of Vedanta School of Hindu philosophy.</p>
<p><a href="http://www.metacafe.com/watch/1293183/atma_shatakam_shivanjali_deva_premal/">http://www.metacafe.com/watch/1293183/atma_shatakam_shivanjali_deva_premal/</a></p>
<p>1. I am not mind, intellect, thought, or ego;<br />
Not hearing, taste, smelling or sight; Not ether or earth, fire or air.<br />
I am the Self comprised of Consciousness and Bliss I am Shiva, I am Shiva.</p>
<p>2. I am not that which is called Prana, nor the five vital winds;&#8230; See More<br />
Not the seven components of the body<br />
Nor the five sheaths; nor the five organs of action.<br />
I am the Self comprised of Consciousness and Bliss I am Shiva, I am Shiva.</p>
<p>3. I have no aversion or clinging, greed or delusion;<br />
No envy or pride, duty or purpose; No desire, no freedom.<br />
I am the soul of Knowledge and Bliss I am Shiva, I am Shiva.</p>
<p>4. I am not virtue or vice, not pleasure or pain;<br />
Not sacred chant or pilgrimage, not Veda or sacrifice<br />
I am not enjoying, enjoyable, or enjoyer.<br />
I am the soul of Knowledge and Bliss I am Shiva, I am Shiva.</p>
<p>5. I have no death or fear, no distinction of caste;<br />
No father, no mother, no birth;<br />
No friend or relation, no master or disciple.<br />
I am the soul of Knowledge and Bliss I am Shiva, I am Shiva.</p>
<p>6. I am changeless, formless, and through all-pervasiveness omnipresent;<br />
I am not touched by attachment of senses;<br />
I am not freedom nor knowable.<br />
I am the soul of Knowledge and Bliss I am Shiva, I am Shiva. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taksu.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taksu.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=284&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/atma-shatakam-shivanjali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1a1ca957d1f7323bb53ab1ee1767995?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ananta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stanza 51</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/stanza-51/</link>
		<comments>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/stanza-51/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 03:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sri Visnu Sahasranamam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taksu.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[dharmagubdharmakrddharmi sadasatksaramaksaram avijnata sahastramsurvishata krtalaksanah Dharmakrt-The maker of the law Dharmagup-One who keeps the Law concealed Dharmi-The owner of law Sat – The law of existence Asat-non existence Ksaram – the perishable Aksaram-One who is beyond his own understanding Sahasramsuh-The Lord with thousand rays Vidhata-One who arranges things according to fitness Krtalaksnah-One who has tenets [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=282&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>dharmagubdharmakrddharmi sadasatksaramaksaram<br />
avijnata sahastramsurvishata krtalaksanah</em></p>
<p><em>Dharmakrt</em>-The maker of the law<br />
<em>Dharmagup</em>-One who keeps the Law concealed<br />
<em>Dharmi</em>-The owner of law<br />
<em>Sat</em> – The law of existence<br />
<em>Asat</em>-non existence<br />
<em>Ksaram</em> – the perishable<br />
<em>Aksaram</em>-One who is beyond his own understanding<br />
<em>Sahasramsuh</em>-The Lord with thousand rays<br />
<em>Vidhata</em>-One who arranges things according to fitness<br />
<em>Krtalaksnah</em>-One who has tenets meade about Himself</p>
<p><strong>MEANING</strong> :<br />
The Lord is the maker,concealer and the owner of the Law.He is existing, non existence, perishable and non perishable.Being the Lord with thousand rays, who arranges things according to fitness,his own knowledge does not know him and all the tenets are made about Himself to know him</p>
<p><strong>EXPLANATION</strong><br />
1.He is the maker of the Law since it comes out of Him as His own nature along with all the other things in this creation.<br />
2.His Law lies concealed in the nature of His own creation.Everything manifests in form,name,number,etc.and the Law about all these things is concealed in the centre as itself.Everyone in the creation has himself concealed in his own nature and has to seek and find out for himself.<br />
3.He is the maker of the Law  and the owner since everyone in the creation requires His acceptance as grace to know the Law.Existence is the Lord manifested through creation.Non existence is Himself beyond the creation.Both the phases are from Himself.The forms merge in nature and are perishable.Nature and its background and their Lord are imperishable.Both are inclided in Himself as the background.<br />
4.Since He is the background of knowledge ,also he is beyond his own knowledge.Anyone can reach him through his grace and not through an effort to know him.<br />
5.As Purusha, the Lord has the number one thousand as the numerical formula of his own manifestation   ‘ ‘Purusha is thousand-headed,thousand-eyed and thousand footed’’ says Purusha sukta.One represents the  ‘ ‘I AM ‘’ of the Lord.Zero represents nature that contains his manifestation as the egg of Brahma (that which we call the space globe).Both form number 10 which is the number of units through which the Lord manifests himself as Purusha.This he does in the three worlds as he multiplies himself into the universe.Hence his number is 10*10*10 or thousand.Thus he has thousand as his number of rays.<br />
6.Already explained<br />
7.All the definitions about anything and about the Lord Himself are made only to know about the parts which form the whole.Hence all the tenets are made to know about Him,yet he stands beyond.</p>
<p><em><strong>COURTESY-MASTER E.K</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taksu.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taksu.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=282&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taksu.wordpress.com/2010/02/15/stanza-51/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1a1ca957d1f7323bb53ab1ee1767995?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ananta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mantra om, aim, klim, strim</title>
		<link>http://taksu.wordpress.com/2009/07/29/mantra-om-aim-klim-strim/</link>
		<comments>http://taksu.wordpress.com/2009/07/29/mantra-om-aim-klim-strim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ananta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siva Samhita]]></category>
		<category><![CDATA[mantra]]></category>
		<category><![CDATA[sadhana]]></category>
		<category><![CDATA[siddhi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taksu.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Siva Samhita Bab V 188 ashuna sampra vaksyami mantra sadhanam uttamam, aihikamusmika sukham yena syad aviraudhatah. Sekarang Aku akan mengatakan kepadamu, tentang pelaksanaan terbaik dari japa dan mantra; dari sini seseorang memperoleh kebahagiaan yang sama baiknya dalam dunia diluar ini. 189 yasmin mantre vare jnate yoga siddhir bhavet khalu, yogena sadhakendrasya sarvesvaye sukha prada. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=280&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siva Samhita<br />
Bab V</p>
<blockquote><p>188<br />
<em>ashuna sampra vaksyami mantra sadhanam uttamam,<br />
aihikamusmika sukham yena syad aviraudhatah.</em></p></blockquote>
<p>Sekarang Aku akan mengatakan kepadamu, tentang pelaksanaan terbaik dari japa dan mantra; dari sini seseorang memperoleh kebahagiaan yang sama baiknya dalam dunia diluar ini.</p>
<p><span id="more-280"></span></p>
<blockquote><p>189<br />
<em>yasmin mantre vare jnate yoga siddhir bhavet khalu,<br />
yogena sadhakendrasya sarvesvaye sukha prada.</em></p></blockquote>
<p>Dengan mengetahui mantra tertinggi ini, yogi secara pasti memperoleh keberhasilan (siddhi); ini memberikan segala daya dan kesenangan terhadap yogi yang tekun.</p>
<blockquote><p>190<br />
<em>mulandharesti yat padman catur dala samanvitam,<br />
tan madhye vagbhavam bijam visphurantam tadit prabham.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Pada teratai muladhara yang berdaun bunga empat ada bija aksara yang cemerlang seperti kilat (yakni suku kata aim).</p>
<blockquote><p>191<br />
<em>hrdaye kama bajamtu bandhuka kusuma prabham,<br />
ajnaravinde saktyakhyam candra koti sama prabham,<br />
vijatrayam idam gopyam bhukti mukti phala pradam,<br />
etan mantrayam yogi sadhayet siddhi sadhakah.</em></p></blockquote>
<p>Dalam hati ada bija cinta kasih, yang indah seperti kembang bandhuka (klim) pada ruang antara kedua alis mata (yakni pada teratai ajna) ada bija sakti (strim), yang cemerlang bagaikan puluhan juta bulan. ketiga benih ini hendaknya dijaga kerahasiaannya &#8211; mereka memberikan kenikmatan dan pembebasan. cobalah yogi mengulang-ulang ketiga mantra ini dan mencoba untuk memperoleh keberhasilan.</p>
<blockquote><p>192<br />
<em>etan mantram guror labdhva na drutam na vilambitam,<br />
aksaraksara sandhanam nihsandig dhamana japet.</em></p></blockquote>
<p>Cobalah belajar mantra ini dari guru dan cobalah mengulang-ulangnya dengan cepat maupun secara lambat, jaga pikiran bebas dari segala kaeragu-raguan dan memahami hubungan rahasia antara aksara-aksra dari mantra tersebut.</p>
<blockquote><p>193<br />
<em>tad gatas ca ikacittas ca sastrokta vidhina suddhih,<br />
devyastu purato laksam hutva laksa trayam japet.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Yogi bijaksana, yang secara sungguh-sungguh memusatkan perhatiannya pada mantra ini, yang melaksanakan segala tugas khususnya terhadap varna-nya, hendaknya melaksanakan ratusan ribu upacara api (homa) dan kemudian mengulang-ngulang mantra ini 300.000 kali pada kehadiran devi tripura.</p>
<blockquote><p>194<br />
<em>karavira prasunantu guda ksirajya samyutam,<br />
kunde yonyakrte dhiman japante juhuyat sudhih.</em>
</p></blockquote>
<p>Pada akhir pengulangan (japa) sakral ini, cobalah yogi yang bijaksana melaksanakan upacara api homa lagi, dalam suatu lubang segitiga dengan gula, susu, mentega dan bunga karavi (oleander).</p>
<blockquote><p>195<br />
<em>anusthane krte dhiman purva seva krta bhavet,<br />
tato dadati kamanvai devi tripurabhairavi.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pelaksanaan homa-japa-homa ini, devi tripura bhairavi yang telah didamaikan dengan mantra diatas menjadi berkenan dan menghadiahi segala keinginan yogi.</p>
<blockquote><p>196<br />
<em>gurum santosya vidhi vailabdhva mantra varottamam,<br />
anena vidhina yukto mandabhagyo pi siddhyati.</em></p></blockquote>
<p>Setelah memuaskan guru dan setelah menerima mantra tertinggi ini dengan jalan yang layak dan melaksanakan pengulangannya dijalan yang disebutdibawah dengan pikiran terpusat, bahkan dengan ikatan karma masa lalu yang sangat kuat juga akan memperoleh keberhasilan.</p>
<blockquote><p>197<br />
<em>laksam ekam japedy astu sadhako vijitendriyah,<br />
darsanattasya ksubhyante yosito madanaturah,<br />
patanti sadhakasyagre nirlajja bhayavarjitah.</em>
</p></blockquote>
<p>Yogi yang telah mengendalikan nafsunya mengulang-ulang mantra  ini 100.000 kali, memperoleh tenaga penghibur yang lainnya.</p>
<blockquote><p>198<br />
<em>japtena ced dvilaksena ye yasmin visaye sthitah,<br />
agacchanti yatha tirtham vimukta kula vigrahah,<br />
dadati tasya sarvasvam tasya ica vace sthitah.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan 200.000 kali, ia dapat mengendalikan semua orang &#8211; mereka mendatanginya secara sukarela, seperti wanita pergi kesuatu penziarahan. Mereka memberikan apa yang mereka punya dan tetap selalu dibawah pengendaliannya.</p>
<blockquote><p>199<br />
<em>tribhir laksais tatha japtair mandalikah sa mandalah,<br />
vasamayanti te sarve natra karya vicarana.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan mantra ini 300.000 kali, semua dewa pimpinan angkasa seperti juga angkasa itu sendiri, tunduk menjadi wilayahnya.</p>
<blockquote><p>200<br />
<em>sad abhir laksair mahipalam sabhrtya balavahanam.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan sebanyak 600.000 kali, ia menjadi wahana daya kemampuan, bahkan menjadi pelindung dunia ini yang dikelilingi oleh para pelayan.</p>
<blockquote><p>201<br />
<em>laksair dvadasabhir japtair yaksa rakso ragesvarah,<br />
vasamayanti te sarve ajnam kurvanti nityasah.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan sebanyak 1.200.000 kali, penguasa para yaksa, raksasa dan naga, ada dibawah pengendaliannya; semua mematuhi perintahnya dengan mantap.</p>
<blockquote><p>202<br />
<em>tri panca laksa japtaistu sadhakendrasya dhimatah,<br />
siddha vidyadharas ca iva gandharvapsara samganah.<br />
vasamayanti te sarve natra karya vicarana,<br />
hathac chravana vijnanam sarva jnatvam prajayate.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan sebanyak 1.500.000 kali para siddha, vidyadhara, gandharva, apsara ada dibawah pengendalian sang yogi. tak usah diragukan akan hal ini. ia memperoleh pengetahuan dengan segera dari segala daya pendengaran dan dengan demikian mengetahui segalanya.</p>
<blockquote><p>203<br />
<em>tathasta dasabhir laksair dehe nanena sadhakah,<br />
uttisthenmedinim tyaktva divya dehastu jayate.<br />
bhramate svecchaya loke chindram pasyati medinim.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan 1.800.000 kali ia dalam badan ini dapat muncul dari tanah dan ia dengan sungguh-sungguh memperoleh pencerahan badan, ia dapat menjelajahi alam semesta kemanapun ia suka; melihat liang-liang tanah yaitu ia melihat antar ruang dan melekul dari tanah yang padat.</p>
<blockquote><p>204<br />
<em>asta vimsatibhir laksair vidyadhara patir bhavet,<br />
sadhakastu bhaved dhirman kama rupo mahabalah.<br />
trimsallaksais tatha japtair brahma visnu samo bhavet,<br />
rudratvam sastibhir laksair amara tvam asitibhih.<br />
kotyaikaya mahayogi liyate parame pade,<br />
sadhakastu bhaved yogi trailokye so ti durlabhah.</em></p></blockquote>
<p>Dengan pengulangan sebanyak 2.800.000 kali, ia menjadi penguasa vidyadhara. yogi yang bijaksana menjadi kama-rupi (yakni; dapat mengenakan bentuk apapun yang ia inginkan). dengan pengulangan sebanyak 3.000.000 kali, ia menjadi sebanding dengan Brahma dan Visnu. ia menjadi Rudra dengan pengulangan sebnayak 6.000.000 kali, dengan pengulangan 8.000.000 kali ia menjadi penikmat segalanya, dengan pengulangan sebanyak 10.000.000 kali yogi yang hebat terserap dalam param Brahman. seorang yoga seperti itu sulit diketemukan diketiga dunia ini.</p>
<blockquote><p>205<br />
<em>tripure tripurantv ekam sivam parama karanam,<br />
aksayam tat padam santam aprameyam anamayam.<br />
labhate sau na sandeho dhiman sarvam abhipsitam.</em></p></blockquote>
<p>Wahai Devi Siva si penghancur tripura merupakan Yang Tunggal awal dan penyebab tertinggi. Yang bijaksana dapat mencapai-Nya, yang tak berubah, yang tak dapat hancur; damai sepenuhnya tak daapt diukur dan bebas dari segala sakit sebagai tujuan tertinggi.</p>
<blockquote><p>206<br />
<em>siva vidya mahavidya gupta cagre mahesvari,<br />
mad bhasitam idam sastram gopaniyam ato budhaih.</em></p></blockquote>
<p>Wahai Devi yang Agung! ilmu dari Siva ini adalah sebuah ilmu yang hebat (maha vidya) yang selalu terpelihara secara rahasia. karena itu, ilmu yang Ku nyatakan ini bagi yang bijaksana hendaknya memelihara kerahasiaannya.</p>
<blockquote><p>207<br />
<em>hatha vidha paramgopya yogina siddhim icchata,<br />
bhaved viryavati gupta nirvirya ca prakasita.</em></p></blockquote>
<p>Yogi yang mengingikan keberhasilan hendaknya menjaga hatha yoga ini secara rahasia. ia menjadi berhasil selama terjaga kerahasiaannya, dan yang mengungkapkannya akan hilang dayanya.</p>
<blockquote><p>208<br />
<em>ya idam pathate nityam asyopantam vicaksanah,<br />
yoga siddhir bhavet tasya kramena iva na samsayah.<br />
samoksa labhate dhimanya idam nityam arcayet.</em>
</p></blockquote>
<p>Seseorang bijaksana, yang membacanya setiap hari dari awal sampai akhir, tak diragukan lagi berangsur-angsur memperoleh keberhasilan dalam yoga. ia mendapatkan pembebasan yang menghirmatinya setiap hari.</p>
<blockquote><p>209<br />
<em>moksarthabhyas ca sarvebhyah sadhubhyah sravayed api,<br />
kriya yuktasya siddhih syad akriyasya katham bhavet.<br />
</em></p></blockquote>
<p>Biarlah ilmu ini diucapkan pada semua orang suci yang menginginkan pembebasan. dengan melaksanakan keberhasilan akan dapat tercapai; tanpa itu bagaimana mungkin keberhasilan dapat mengikuti?</p>
<blockquote><p>210<br />
<em>tasmat kriya vidhanena kartavya yogi pumgavaih,<br />
yad rcchalabhasan tustah santy aktvantara samjnakah.<br />
grhasthascapy anasakah sa mukto yoga sahanat.</em></p></blockquote>
<p>Karenanya, para yogi harus yoga sesuai dengan aturan pelaksanaan. ia yang puas akan apa yang ia dapatkan, yang mengekang nafsu-nafsunya, menjadi kepala keluarga, yang tidak terlibat dlaam tugas kepala keluarga, pasti memperoleh pembebasan dengan melaksanakan yoga.</p>
<blockquote><p>211<br />
<em>grhasthanam bhavet siddhir isvaranam japena vai,<br />
yoga kriyabhi yuktanam tasmat samyatate grhi.</em></p></blockquote>
<p>Bahkan kepala keluarga yang bertindak sebagai penguasa dpat memperoleh keberhasilan dengan japa, bila mereke melakukan tugas-tugasyoga secara layak. karena itu, biarlah seorang kepala keluarga juga berusaha dalam yoga (harta benda dan keadaan kehidupan tidak menghalangi dalam masalah ini).</p>
<blockquote><p>212<br />
<em>gehe sthitva putradaradi purnah,<br />
sangam tyaktva cantare yoga marge,<br />
siddhes cihnam ciksya pascad grhasthah,<br />
kridetso vai mammatam sadhayitva.</em></p></blockquote>
<p>Dengan hidup dalam rumah ditengah-tengah istri dan anak-anak, tetapi bebas dari keterikatan pada mereka, melaksanakan yoga dalam kerahasiaan, bahkan seorang kepala keluarga menemukan tanda-tanda keberhasilan (secara pelan-pelan menyempurnakan usahanya) dan dengan demikian mengikuti ajaran-Ku; ia selalu hidup dalam penuh kebahagiaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taksu.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taksu.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taksu.wordpress.com&amp;blog=596987&amp;post=280&amp;subd=taksu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taksu.wordpress.com/2009/07/29/mantra-om-aim-klim-strim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1a1ca957d1f7323bb53ab1ee1767995?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ananta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
