Tri Sandhya

Sang Suyasa:
Sungguh berbahagia rasa hati hamba dapat mengetahui dengan jelas tatacara muspa itu, Gurunda. Tadi Gurunda menyebutkan Trisandhya, jika hamba tidak salah. Apakah itu Gurunda? Mohon diberi penjelasan.

Rsi Dharmakerti:
Memang anakku, tadi Guru menyebutkan Trisandhya dalam rangka persembahyangan juga Trisandhya artinya menghubungkan diri (bayu, sabda, idep atau tenaga, ucapan dan pikiran atau kayika, wacika, manacika) dengan Hyang Widhi yang dilakukan tiga kali sehari atau sekali sehari yaitu waktu pagi, siang dan sore. Kata tri artinya tiga, dan sandhya artinya perhubungan atau penyatuan.

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 6:04 pm  Comments (1)  
Tags: ,

Cara Sembahyang

Sang Suyasa:
Gurunda, di dalam uraian mengenai upacara tadi Guru sering menyatakan perlu dilakukan persembahyangan. Mohon diberi penjelasan perihal sembahyang itu

Rsi Dharmakerti:
Baiklah anakku. Ketahuilah bahwa ada tiga macam cara-cara sembahyang (muspa), yaitu:
1. Muspa bersama dengan diantar puja Sang Sulinggih.
2. Muspa bersama yang tidak diantar puja Sulinggih.
3. Muspa yang dilakukan oleh perseorangan

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 6:00 pm  Comments (1)  
Tags: ,

Upacara

Sang Suyasa:
Gurunda, telah cukup luas apa yang telah Gurunda uraikan mengenai filsafat dan susila agama Hindu. Bolehkah hamba mengetahui sekedarnya perihal upacara-upacara yang ada dalam agama kita?

Rsi Dharmakerti:
Tentu saja boleh, anakku, dan memang malah anaknda harus mengetahuinya sebagai seorang penganut dan pencinta agama.

Hanya di sini Guru tidak akan menguraikan pelaksanaan upacara-upacara itu secara terperinci, tetapi dasar-dasarnya yang akan Guru uraikan. Nah dengarlah!

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 5:59 pm  Leave a Comment  
Tags:

Susila

Sang Suyasa:
Gurunda, hamba sering mendengar kata-kata Tat Twam Asi. Apakah yang dimaksudkan?

Rsi Dharmakerti:
Tat Twam Asi adalah kata-kata dalam filsafat Hindu yang mengajarkan kesosialan yang tanpa batas karena diketahui bahwa “ia adalah kamu”, saya adalah kamu dan segala mahluk adalah sama sehingga menolong orang lain berarti menolong diri sendiri dan menyakiti orang lain berarti pula menyakiti diri sendiri. Jiwa sosial ini juga diresapi oleh sinar-sinar tuntungan kesucian Tuhan dan tidak oleh jiwa kebendaan.

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 5:57 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

Tempat Suci

Sang Suyasa:
Sudah banyak yang Gurunda uraikan tentang hal-hal yang suci. Orang-orang suci atau Rsi-Rsi kita, sudah. Pustaka suci dan Hari Suci juga sudah. Adakah lagi yang patut hamba ketahui yang ada hubungannya dengan ketiga hal tadi?

Rsi Dharmakerti:
Memang ada anaknda, suatu hal yang tak boleh dilupakan dan merupakan tempat kita menghaturkan bakti yaitu: TEMPAT SUCI.

(more…)

Published in: on 23 July 2009 at 5:55 pm  Leave a Comment  
Tags: ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.